Tjakramedia.com, Pangkalpinang – Bersama Forkopimda Kota Pangkalpinang Danramil 413-05/Tamansari Mayor Czi Alex Syahrial menghadiri Peresmian Mesjid Agung Qubah Timah oleh Walikota Pangkalpinang Dr. H. Maulan Aklil di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Opas Indah Kecamatan Tamansari, Jumat (10/11/2023).
Dalam kegiatan peresmian Mesjid Kubah Timah Pangkalpinang hadir juga diantaranya, Walikota Pangkalpinang, Danrem 045/Gaya diwakili Kasiter, Kapolresta Pangkalpinang, Kajari Kota Pangkalpinang, Kalapas Tuatunu, Sekda Kota Pangkalpinang, para OPD Kota Pangkalpinang, seluruh Camat, Lurah, Rw dan Rt se – Kota Pangkalpinang, Toga, tomas dan todat, Masyarakat Kota Pangkalpinang serta para santriwan dan santriwati dari Ponpes Kota Pangkalpinang.
Pada peresmian Masjid Agung Qubah Timah diisi juga tausyiah agama oleh penceramah kondang Das’ad Latif dan sekaligus shalat jumat perdana di Masjid Agung perdana yang dimiliki oleh Kota Pangkalpinang.

“Hari ini hari bersejarah bagi masyarakat Kota Pangkalpinang terkhusus bagi ummat muslim di Bumi Serumpun Sebalai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sudah lama momen hari ini kita nantikan, akhirnya kita resmikan bertepatan dengan 10 November hari pahlawan”, ungkap Bang Molen.
Molen menambahkan, apa yang dilihat dan disaksikan hari ini insya Allah akan digunakan ibadah shalat dan aktivitas keagamaan lainnya. Molen ungkapkan rasa risau nya selama ini Kota Pangkalpinang belum memiliki Masjid Agung.
Ia Menceritakan lika liku awal mula memulai pembangunan Masjid Agung Qubah Timah hingga diresmikan hari ini. Di Tahun 2022, tambah Molen, mulai direncanakan pelaksanaan teknis pembangunan Masjid Agung Qubah Timah yang berdiri di lahan eks gudang beras.

“Dulu pak Zulkarnain Karim pengen berdiri Masjid Agung di Panti Wangka. Namun alhamdulillah akhirnya berdiri megah di lahan eks Gudang Beras ini, hanya terhitung jari daerah mendapat hibah lahan dari lembaga vertikal seperti Badan Pertanahan Nasional ini”, ujar Molen.
Wali Kota Molen menjelaskan, terdapat lima kubah di Masjid Agung Qubah Timah. Qubah pertama digunakan untuk melaksanakan shalat dengan ketinggian 16 Meter dengan kapasitas 1.200 sampai 2.000 jamaah. Qubah kedua diperuntukkan untuk wudhu dan toilet ikhwat, sedangkan Qubah ketiga menjadi tempat wudhu dan toilet ikhwan.
“Qubah berikutnya mohon doanya semua, kalo Allah SWT mengizinkan kebersamaan kita insyaa Allah kubah keempat menjadi tempat Islamic Center dan kubah kelima digunakan untuk Gedung Serba Guna. Tidak ada yang tidak mungkin untuk sebuah masjid, pasti berdiri atas ridho Allah SWT”, kata Molen.
Wali Kota Molen menjelaskan bahwa Masjid Agung Qubah Timah tidak semua terbuat dari timah. Namun dinamakan Masjid Agung Qubah Timah agar Bangka Belitung memiliki ikon timah yang merupakan komoditas andalan Bangka Belitung sejak berabad-abad lalu,” ungkapnya
Danramil Tamansari yang hadir dengan bersama anggota tersebut juga untuk memonitor kegiatan di wilayah Teritorialnya sekaligus dalam rangka mempererat silaturahmi antara aparat keamanan (TNI/Koramil) dengan para ulama dan umaro yang berada di wilayahnya.
Ia menyampaikan, pihaknya selaku aparat kewilayahan berupaya untuk selalu bersinergi dalam setiap kegiatan dan menjalin silaturahmi dengan para ulama dan umaro serta dengan semua unsur yang ada di wilayah teritorial, “ujarnya.
Pendim413Bangka.

