Dinobatkan Presiden RI Sebagai Delegasi di ASEAN Village Network, Kemendes PDTT Tinjau Desa Namang

TJAKRAMEDIA.COM, NAMANG, BATENG – Kedatangan Direktur Advokasi dan Kerja Sama Desa dan Perdesaan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia, Muh. Fachri di Desa Namang, Kecamatan Namang, pada Kamis (14/12/2023) disambut hangat oleh Camat Namang, Machyudi Saputra, Kepala Desa Namang, Zaiwan serta Kabid Pemerintahan Desa Dinsos-PMD Bangka Tengah, Novika Eddy Zaind.

Desa Namang ini sendiri menjadi salah satu desa yang dinobatkan oleh Presiden Republik Indonesia, melalui Kemendes PDTT Republik Indonesia menjadi delegasi Indonesia dalam pertemuan ASEAN Jaringan Desa (AVN) untuk kategori Satu Desa Satu Produk (OVOP).

Tidak hanya bertemu dan berdiskusi dengan perangkat desa, Fachri beserta rombongan lainnya juga langsung mencoba Madu Kelulut Pelawan yang berada di Zona Hisap Madu Kelulut Pelawan.

BACA JUGA:  Europe Must Slash Gas Dependence to Help Stop Russia's War

Hal ini dikarenakan desa ini tidak hanya memiliki produk unggulan madu kelulut, melainkan mereka juga mengembangkan ketahanan pangan dan wisata yang luar biasa sehingga masyarakat mendapat manfaat,” ujar Fachri.Satu Desa Satu Produk kategori Jaringan Desa

Ia juga berharap desa-desa lain dapat mengikuti jejak Desa Namang agar dapat mengukir prestasi. Begitu pula sebaliknya, Fachri ingin Desa Namang dapat terus berkembang, mencari pembelajaran dari pengalaman dan ide dari desa-desa lainnya.

Sementara itu, Zaiwan bersyukur atas kehadiran Kemendes PDTT ke Desa Namang ini. Menurutnya, kehadiran wartawan, wisatawan maupun masyarakat ke Desa Namang menimbulkan semangat agar dapat semakin fokus mengembangkan potensi yang dimiliki desa.

BACA JUGA:  Hari Pahlawan, Dandim 0413/Bangka Ajak Anggota Laksanakan Doa Bersama

“Tentunya kami bersyukur dan kedepannya akan terus berusaha mengembangkan potensi yang kami miliki. Desa Namang saat ini memiliki berbagai macam wisata, seperti Hutan Pelawan di mana kita bisa menemukan berbagai macam keunikan flora dan fauna, madu kelulut pelawan, jamur pelawan, teh pelawan hingga wisata edukasi sawah atau padi,” terangnya.(red).