Batam, Tjakramedia.com – Kepala Kantor Pertanahan Kota Batam berganti, yang sebelumnya dijabat oleh Memby Untung Pratama, sekarang resmi dijabat oleh Makmur A. Siboro.
Memby dimutasi menjadi Kepala Kantor Pertanahan Pekanbaru, Riau. Pisah sambut jabatannya dilaksakan di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (13/8/2021).
Pada acara pisah sambut tersebut, Memby menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kerja sama semua pihak selama dia menjabat di Batam.
Selama setahun sepuluh bulan menjabat, dia mengaku banyak kesan yang didapat di Batam, terutama bantuan dan bimbingan dari Forkopimda Batam.
“Selama menjabat, kami akui belum maksimal. Namun inilah yang bisa kami lakukan. Beberapa yang dilakukan seperti sertifikasi aset, Polresta, Kodim bahkan gedung kantor Pemko Batam,” ucap Memby.
Dikatakannya, kegiatan lainnya yang dibantu TNI-Polri dan Pemko Batam hingga terwujud Kampung Reforma Agraria.
“Berkat bantuan yanh luar biasa sehingga kerja sama terjalin sangat baik. Terimakasih atas bantuan dalam menyukseskan kegiatan-kegiatan Kantor Pertanahan Batam,” ungkapnya.
Kepala Kantor Pertanahan Batam baru, Makmur A Siboro mengatakan bahwa dia siap melanjutkan semua program yang sudah ada.
“Dalam dua minggu ke depan, kami akan bersilaturahmi dengan sejumlah pejabat di Batam. Kami siap bersinergi dan berkolaborasi,” cetusnya.
Sementara itu, Walikota Batam Muhammad Rudi menyampaikan terima kasih kepada pejabat lama dan menyampaikan selamat datang pejabat baru.
Selama ini kerja sama Pemko Batam dan Kantor Pertanahan Batam sangat baik dalam menyelesaikan persoalan lahan di Batam.
“Salah satunya persoalan lahan Kampung Tua. Kita ingin persoalan ini cepat selesai mumpung sekarang saya juga Kepala BP Batam,” ujar Rudi.
Dijelaskannya, selama ini beberapa Kampung Tua sudah disertifikasi. Namun dilokasi lain masih ada persoalan yang perlu diselesaikan.
Maka dari itu dia berharap kepada Kepala Kantor Pertanahan Batam yang baru bisa berkolaborasi dalam menyelesaikan persoalan lahan di Batam.
“Ini demi masyarakat Batam yang tinggal di sana. Dengan sertifikat yang ada, maka masyarakat kita tidak akan tergusur,” tuturnya.
Dia mengaku, permasalahan lahan di Batam cukup banyak, namun semua bisa selesai dengan kekompakan bersama Forkopimda. (CNLkr)

